WIRA MEDIA SELARAS

Wira Media Selaras is The Art of Documentation Movie Production. We are specialist in documentation for Reportage of Seminar, Presentation, Trainning. Profile of company, product and personal. Education Movie such as Language etc. In this blog we share our reference since the begining until present day.

Minggu, April 19, 2009

Cahaya Lilin :
Jendral Wu Qi


Jendral Wu Qi adalah seorang pemimpin militer yang tangguh pada jamannya dan teladan yang baik bagi semua pemimpin militer. Meskipun seorang jendral ia selalu bersikap senasib sepenanggungan dengan anak buahnya. Dalam perjalanan ia tidak mau menunggangi kudanya dan berjalan bersama prajuritnya sambil memanggul ransum, kudanya dipakai untuk mengangkut beban lain atau prajurit yang sakit. Ketika jam makan, ia ikut mengantri jatah bersama mereka lalu ia mengobrol dan bercanda dengan mereka tanpa menonjolkan sikap keagungan seorang jenderal. Ketika malam ia tidur bersama mereka beralaskan lantai yang kadang tanpa tikar.

Ketika anak buahnya sakit ia sering membawakan obat dan makanan pada mereka. Ia memperlakukan mereka seperti memperlakukan anaknya sendiri sehingga mereka sangat menghormatinya dan bersedia mempertaruhkan nyawa di medan perang.

Pernah suatu ketika dalam perang, seorang prajuritnya mendapat borok di kakinya karena luka. Karena kekurangan obat, Wu mengobati prajurit itu dengan mengisap nanah pada lukanya dengan mulut sendiri sehingga prajurit itu sembuh tak lama kemudian. Ketika berita ini sampai ke telinga ibu si prajurit itu, wanita tua itu menangis tersedu-sedu. Tetangganya heran dan menanyakannya kenapa malah bersedih. Sang ibu menjawab, “Kamu tahu apa ? Suamiku dulu juga pernah diobati jenderal Wu dengan cara yang sama sehingga ia bertempur mati-matian dan gugur dalam perang. Aku merasa putraku akan mengalami nasib yang serupa dengan ayahnya”

Moral cerita ini adalah bahwa perbuatan dapat menghasilkan pengaruh yang besar dibandingkan dengan hanya berkata-kata. Seorang pemimpin harus dapat memberi contoh bukan hanya sekedar memberikan perintah sehingga bawahan akan melakukan seperti apa yang kita minta.

Diadopsi dari :
Kisah-kisah kebijaksanaan China Klasik
Refleksi bagi Para Pemimpin
PT Gramedia Pustaka Utama
Jakarta, 2004
Tang, Michael C

Rabu, April 15, 2009

Sebagian Cuplikan dari Strategi 16 :
Melepaskan Musuh untuk Menangkapnya Kembali


Zhu Ge Liang memerlukan tujuh upaya sebelum ia akhirnya berhasil mengambil hati Meng Huo. Tentu saja Meng Huo adalah tokoh penting dalam keseluruhan siasat Zhu Ge Liang. Dalam konteks peperangan, lebih mudah untuk memancung saja seorang "Meng Huo" jika ia keras kepala dan tidak bersedia menyerah. Betapapun, masalah itu takkan berakhir di situ. Kelak akan muncul pemimpin baru dan peperangan mungkin akan berlanjut lebih lama. Seperti dalam Strategi 18, cara yang baik untuk menghancurkan gerombolan penjahat adalah dengan menangkap pemimpinnya. Seperti halnya, ketika menangkap seekor ular, seseorang harus mencari kepalanya, maka Zhu Ge Liang pun mengejar Meng Huo.

Untuk mengambil hati keseluruhan organisasi, pertama-tama ambillah hati pemimpinnya. Ketika Meng Huo menyerah, semua prajurit dari sukunya ikut menyerah bersamanya. Namun, untuk mejaga harga diri dan "muka" seorang pemimpin untuk tidak menyerah dengan cepat. Diperlukan waktu dan upaya untuk mengambil hati serta keyakinannya. Itulah yang dilakukan Zhu Ge Liang dan kesabarannya ternyata membawa keuntungan besar baginya.

Loyalitas karyawan memerlukan waktu dan upaya untuk dapat tumbuh dan berkembang. Sementara uang dan faktor-faktor lain yang penting, bukan segala-galanya. Dalam organisasi dimana serikat buruh diwakili secara kuat, tidaklah sulit untuk mencari karakter-­karakter "Meng Huo" dalam diri pemimpin serikat buruh. Oleh karena itu, manajemen seharusnya memahami betapa dibutuhkannya upaya-­upaya untuk memperoleh kepercayaan dan keyakinan dari para pemimpin serikat buruh. Para pemimpin serikat buruh yang militan siap mengajak pengikut-pengikutnya turun ke jalan melakukan pemogokan dan unjuk rasa. Selain konfrontasi langsung dari anggota-anggota serikat buruh yang tidak puas, manajemen yang buruk juga bisa menyebabkan para karyawan berhenti. Dalam lingkungan-lingkungan yang kompetitif dan bursa-bursa tenaga kerja yang ketat, kemungkinan-kemungkinan ini akan selalu ada.

Mengelola loyalitas karyawan lebih dari sekedar menyediakan iklim kerja yang bagus dan gaji-gaji yang tinggi yang diperlukan juga adalah mengambil hati karyawan. Manajemen harus siap melakukan upaya ekstra untuk membuat karyawan merasa dirinya diperlukan dan dihargai. Segala upaya harus dilakukan untuk menjadikan mereka aset perusahaan bukan sekedar unit produksi. Walaupun akan ada karyawan yang meninggalkan perusahaan untuk memperoleh gaji yang lebih tinggi, suatu manajemen yang perduli akan merugikan mereka secara psikologis dan sosial. Maka tidaklah heran kalau Sun Zi berkata:

”Suatu pasukan bisa menderita akibat pelarian, pembangkangan terhadap atasan, kegagalan, kehancuran, ketidakteraturan, dan kekalahan total. Keenam musibah ini bukan disebabkan oleh alam. Mereka terjadi karena kesalahan para jenderal.”

Mengambil hati juga mencakup upaya-upaya membujuk calon ­calon karyawan jempolan untuk bergabung dengan perusahaan. Para eksekutif yang berkinerja tinggi tidak aktif mencari pekerjaan-pekerjaan alternatif, terutama sekali apabila mereka sudah puas dengan pekerjaan yang ada. Bagi para eksekutif senior yang sudah amat berhasi, proses merayu bisa memakan waktu, menuntut kesabaran, dan ketabahan.

Bisa lihat juga di web cerita versi Inggris :
http://www.clearwisdom.net/emh/articles/2007/5/11/85467.html

36 Strategi Cina Klasik
Adaptasi Falsafaf Cina Klasik pada Dunia Bisnis
PT Perinhalindo, Jakarta 2001
Wee, Chow Hou
Lan, Luh Luh

Sabtu, Februari 14, 2009

Peluncuran Buku
Wartawan he he he...


Sofyan Lubis salah seorang wartawan senior dan juga mantan pemimpin redaksi surat kabar Pos Kota menulis buku yang berjudul Wartawan he he he... Pada peluncuran hari Rabu, 4 Februari 2009 ini dihadiri oleh para wartawan baik senior seperti Titi Said, H Rosihan Anwar, Djafar H Assegaf juga ada Efendi Gozali sebagai wakil dari generasi muda dan Dr. Sonya Roesma, MPK mantan direktur Perum Askes hadir dalam acara ini. Bertempat di Gedung Dewan Pers, Kebun Sirih Jakarta acara ini juga diliput oleh media cetak maupun elektronik.

Acara ini dikemas secara unik dengan menampilkan Sofyan Lubis bersepeda diatas panggung seperti pada sampul bukunya. Selain itu juga setelah sambutan dari Margiono selaku ketua PWI Pusat, bukunya benar-benar diluncurkan dengan tali.

Isi buku ini membicarakan suka duka kehidupan wartawan sejak jaman Bung Karno hingga SBY. Dengan sentilan yang cukup mengena dan gaya bahasa yang sederhana kita dapat memahami isi buku ini. Cerita yang ditampilkan dengan ringan tetapi mengenai sasaran.
Seperti diceritakan tentang seorang wartawan muda yang diplonco temannya mengenai berita heboh yang terjadi di Pengadilan Negri, karena kasihan akhirnya Jaksa memberikan uang saku kepada wartawan tersebut.

Kamis, Desember 25, 2008


Candi Jiwa di Batu Jaya, Karawang

Candi Jiwa merupakan bagian dari beberapa candi peninggalan jaman kerajaan Tarumanegara. Candi Budha ini pertama kali ditemukan oleh seorang petani pada tahun 1984 yang menemukan hewan gembalanya mati di tempat tersebut. Lokasi situs ini adalah di desa Segaran, Kecamatan Batu Jaya, Kabupaten Karawang Jawa Barat, kira-kira 36 km dari Pasar Rengasdengklok.

Bersama Pandi pemandu yang juga penduduk setempat kami melihat-lihat candi Jiwa, Blandongan serta sumur tua yang berada pada situs candi Unur Lempeng. Pandi menceritakan selain sisa bangunan candi di situs tersebut juga ditemukan gerabah, kerangka manusia serta perhiasan dan pedang. Penggalian yang dipimpin oleh balai Purbakala dari Propinsi Banten ini. Candi Jiwa merupakan candi yang sudah selesai dipugar, seperti terlihat pada gambar. Sedangkan candi Blondongan masih dalam taraf rekonstruksi. Berikutnya mungkin adalah candi Unur Lempeng yang akan direkonstruksi.

Bagi peminat sejarah mungkin dapat menghimpun dana untuk dapat merekonstruksi 20 candi yang diperkirakan ada di daerah tersebut. agar dapat dinikmati oleh anak cucu kita nanti. Agar jelasnya dapat dilihat pada Video dibawah ini.

Minggu, September 07, 2008


Workshop Kamera Video
12 Juli 2008

Wira Media Selaras bekerja sama dengan SMK Strada, sebuah sekolah kejuruan teknik yang berlokasi di Jl. Rajawali Selatan II, Jakarta Pusat mengadakan Workshop Kamera Video sehari.

Workshop ini dihadiri oleh siswa dari kelas 2 Elektronika dan juga Alumni dari berbagai angkatan. Turut hadir pula dan sangat antusias sekali yaitu Pak Daryono yang pernah menjadi guru serta kepala sekolah dalam pelatihan ini.

Pada akhir sesi peserta dalam kelompok diharuskan membuat sebuah liputan singkat untuk dapat melihat hasil pelatihan singkat ini. Sebagian besar sudah memahami dan dapat mengambil gambar yang sesuai dengan standar pengambilan gambar.

Walaupun pelatihan ini singkat tetapi tidak mengurangi bobot yang disampaikan. Untuk itu jika ada kesempatan lain Wira Media Selaras dapat bekerja sama untuk memberikan pelatihan Kamera Video.

Rabu, April 02, 2008






Piknik Karyawan Sinar Dempo 2008
Taman Wisata Mekarsari, Jonggol

Pada tanggal 30 Maret 2008, Sinar Dempo mengadakan piknik tahunan. Acara ini dibuat setiap tahunnya untuk lebih menambah akrab sesama karyawan, juga menjadikan karyawan menjadi lebih segar karena adanya perubahan suasana. Dengan demikian diharapkan kinerja toko menjadi lebih baik.

Berangkat dari Sinar Dempo yang berada di Melawai VIII dengan rencana awal adalah pada pk. 7.00, pagi itu sempat tertunda karena ban salah satu mobil kami mengalami kebocoran sehingga perlu ditambal. Oleh sebab itu maka kami baru mulai jalan dari Melawai pada pk. 8.15 menuju ke Tama Wisata Mekarsari di Jonggol.

Setibanya di Mekarsari, kita berkumpul untuk foto-foto di depan papan nama Mekarsari. Untuk mengelilingi kompleks taman wisata tersebut tersedia kereta dengan tiket Rp. 10.000,- yang mengantarkan ketiap-tiap perhentian tanpa perlu membeli karcis lagi untuk ke tempat perhentian berikutnya. Sepanjang jalan pengemudi atau ada juga pemandu wisata menjelaskan tentang lokasi dan tempat yang kita lewati.

Setibanya di danau kami semua turun untuk naik perahu mengelilingi danau tersebut dengan menggunakan perahu motor tempel. Dengan uang Rp. 10.000,- kita dapat mengelilingi danau tersebut dan melihat pemandangan yang indah dan menawan hati, waaahhhhh kita jadi lupa semua kepenatan Jakarta yang selalu sibuk dan macet. Para karyawan saling senda gurau di atas perahu sedangkan sebagian lagi menikmati makanan ringan yang telah dibagikan sebelumnya.

Sekembalinya kita ke darat kita beristirahat di pinggir danau sambil berteduh dibawah pohon yang rindang. Di area tersebut ada tempat untuk ketangkasan (out bound) dan banyak orang yang sedang menikmati ada ketangkasan di tempat itu. Cuaca cukup panas saat itu sehingga kami sangat menikmati rujak buah dengan bumbu gula merah yang pedas. Hmmmm nyam nyam....... enak banget nih rujaknya. Anak-anak yang ikut juga menikmati sekali bermain pada permainan anak yang ada disana, sedangkan orang tua beristirahat di bawah pohon sambil ngobrol dan bercanda.

Setelah mendekati makan siang, kami keluar dari Mekarsari untuk makan siang. Di jalan Trans Yogi, kami memilih rumah makan Ayam Goreng Ibu Suharti yang menyediakan ayam goreng kremes dan ikan gurame kremes. Waaahhhh....... anak-anak laki rupanya sudah kelaparan, dalam sekejap makanan yang berada di tempat mereka licin tandas.

Setelah kenyang dan hati riang kami pulang kembali ke Jakarta. Perjalannan pulang disertai macet yang selalu terjadi pada hari Minggu, tapi tak apalah karena kami bersama-sama menikmati perjalanan kali ini.

Sampai berjumpa tahun depan.........

Cerita ini juga ada pada http://sinardempo.wordpress.com/

Jumat, Maret 14, 2008




MY MERIDIAN
Photobook & Movie

Pada tanggal 1 Maret 2008, Andry Andika bekerja sama dengan David Sungahandara mendirikan My Meridian Photobook and Movie di Mangga 2 Square. My Meridian bergerak dibidang liputan dan dokumentasi, selain itu kami juga menjual DVD dan VCD liputan TDA atas ijin dari Pak Rony selaku founder dari TDA. Diharapkan member TDA yang belum memiliki koleksi Video dapat membelinya secara off line di My Meridian.

Kios ini didapat dari TDA Goes to Market yang dikomandoi oleh Mbak Diah. Hal ini terinsprirasi dari kesuksesan TDA IT yang telah membuka kios mereka di Lantai 3 khusus untuk komputer. Sementara kami menempati Lantai UG blok C, dengan system pinjam pakai.

Kita juga berencana untuk membuat promosi bersama khusus TDA M2S akan dilaksanakan pada bulan April 2008, yaitu dengan menyebarkan brosur sebagai tanda bahwa TDA M2S telah dibuka.


Program-program My Meridian tentative adalah :
1. Workshop foto dengan kamera poket dan handphone. Tutor : David Sungahandra
2. Workshop kamera video dasar. Tuto : Andry Andika


Alamat My Meridian :
M2S, Lt UG Blok C No. 190-191
Depan Lift 5 dan 6
http://www.meridian.web.id/